.RU

Secara global, menjalankan praktik-praktik ubudiyah, fiqih dan hukum Islam, seseorang bisa memilih taqlid atau ijtihad. Taqlid adalah menjalankan hal-hal - старонка 41


Pertanyaan 6: Siapakah ayah Imam Mahdi as?

Kaum Syi’ah dan beberapa ulama Sunni meyakini bahwa ayahnya adalah Imam Hasan Askari (260/874). Mayoritas hadis Nabi yang melimpah mengenai Imam Mahdi menyatakan bahwa nama Imam Mahdi sama dengan Nabi Muhammad (yakni Muhammad).

Tetapi ada satu riwayat Sunni yang memiliki kalimat tambahan berkenaan dengan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi Muhammad (yakni Abdullah). Kalimat tambahan ini tidak ada di semua riwayat lain yang disampaikan oleh ahli-ahli hadis Sunni dan Syi’ah yang meriwayatkan hadis ini.

Selain itu, kalimat tambahan ini, dalam hadis-hadis Syi’ah adalah bahwa nama panggilannya sama dengan nama panggilan Nabi Muhammad, Abdul Qasim. Sebenarnya kaum Sunni meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda kepada Ali, “Seorang anak akan lahir kepadamu yang telah aku beri nama dengan namaku dan nama panggilanku.”

Intermezo - Perkembangan Sejarah dan Hadits Nabi SaaW

Dalam Shahih Muslim bab al-imaarah diriwayatkan oleh Hudayfh Ibn al-Yaman:

Nabi SaaW berkata : "Akan ada masanya para penguasa sepeninggalku yang tidak mengikuti petunjukku dan sunahku, dan hati sebagian dari mereka laksana berhati setan dalam wujud manusia". Lalu Aku berkata : "Apa yang harus kita lakukan bila masanya tiba?". Lalu Nabi SaaW berkata : "Dengarkan dan patuhi perintah mereka. Tak peduli walau mereka menyakitimu dan merampas hartamu, ikuti dan patuhi saja".

Hadits di atas hanya contoh kecil dari 12 hadits serupa dalam kitab shahih muslim yang kita anggap shahih. Lalu siapa yang menyatakan bahwa kitab itu shahih agar kita percaya? Tiada lain (pada saat itu) adalah para penguasa yang haus kekuasaan. Barang siapa (pada saat itu) yang tidak percaya dan tidak mengikuti hadits di atas akan dianggap pemberontak dan dijatuhi hukuman mati. Ada baiknya kita lihat dahulu asal muasal kitab tersebut dan siapa yang mengontrol serta mengawasi pembuatannya.

Muawiyah adalah orang pertama yang mempelopori penyusunan hadits dan sejarah Nabi untuk pertama kalinya dalam satu kitab. Adapun ia memerintahkan seseorang bernama Ubayd yang berasal dari yaman.

Marwan seseorang yang telah diasingkan oleh Nabi SaaW karena permusuhannya terhadap Islam dan dia memiliki pengaruh dan ikatan yang kuat terhadap Utsman adalah salah satu musuh Imam 'Ali. Anaknya yang bernama Abdul malik menggantikan posisinya, dan ia merupakan salah satu orang yang membiayai penyusunan sejarah islam, hadits dan tafsir.

Al-Zuhri adalah sejarahwan pertama yang menyusun sejarah islam atas perintah dan dana langsung Abdul Malik. Selain menyusun sejarah ia juga menyusun kitab hadits yang dimana kitabnya menjadi rujukan utama bagi Al-Bukhari. Status Al-Zuhri diangkat menjadi "bangsawan" oleh Abdul Malik.

Lihat as-Sirah an-Nabawiyyah part I, pp.13-17 oleh shibli seorang ahli sejarah sunni yang ternama.

Al-Zuhri memiliki murid bernama Musa bin Uqbah serta Muhammad bin Ishaq yang di kemudian hari menjadi seorang ahli sejarah ternama. yang kemudian menyusun kitab hadits dan sejarah "juga" dibawah kontrol serta pengawasan penguasa.

Dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Kitab hadits dan sejarah sunni pertama kali dibukukan atas perintah langsung kekhalifahan Umayyah.

2. Penyusun pertama adalah Al-Zuhri, yang kemudian diteruskan oleh Musa bin Uqbah dan Muhammad bin Ishaq.

3. Para penyusun tersebut merupakan keluarga bani Umayyah.

Sedangkan permusuhan antara bani umayyah dan bani hashim sudah berlangsung lama. Permusuhan abu sufyan dan anaknya muawiyah melawan Nabi SaaW, pembantaian Imam Husein as dan 70 pengikutnya di karbala merupakan salah satu contoh dari beberapa contoh lainnya yang membuktikan permusuhan ke dua bani tersebut sudah berlangsung lama hingga kini. Terkait dengan hadits di atas, mereka (bani Umayyah) memerintahkan untuk memfabrikasikan hadits tersebut demi kepentingan mereka sendiri.

Logisnya apakah benar Nabi memerintahkan hal tersebut, bukankah beliau selalu mengajarkan untuk selalu memilih kebenaran dan kebaikan. Jika Nabi memerintahkan tersebut, berarti umat muslim yang mengikuti perintah sang penguasa zalim untuk membunuh, memperkosa dan lain-lain harus benar-benar dipatuhi? Bukankah secara tidak langsung Nabi memerintahkan umatnya untuk berbuat buruk? Lalu untuk apa beliau mendakwahkan islam puluhan tahun jika ujung-ujungnya harus kembali ke keburukan?

Mari kita renungi kembali ......

Asal Muasal kata Ahlul Sunnah Wal Jama'ah

Jika diteliti kembali dalam kitab-kitab sejarah yang ada, maka semua akan sepakat bahwa tahun-tahun dimana Muawiyah memperoleh kekuasaan dinamakan sebagai "tahunnya al-jama'ah". Dinamakan demikian karena pada sebelumnya negara islam terpecah menjadi dua bagian setelah Utsman bin affan wafat, yaitu para pengikut imam 'Ali dan para pendukung Muawiyah. Ketika Imam 'Ali syahid dan Muawiyah menjadi penguasa, tahun dimana ia menjadi penguasa dinamakan sebagai tahun persatuan atau tahun al-jama'ah.

Diluar dari ke dua kelompok yang bertikai terdapat kelompok lain (khawarij) yang dianggap berbahaya oleh muawiyah. Untuk mengantisipasi hal tersebut nama "Ahlul Sunnah Wal Jama'ah" yang berarti persatuan ahli Sunah Nabi di nyatakan oleh muawiyah untuk pertama kalinya untuk mengumpulkan pendukung guna melawan pengikut Imam 'Ali dan golongan khawarij.

Sedangkan dalam kenyataannya para 12 imam Ahlul Bait yang merupakan keturunan langsung Nabi SaaW adalah orang-orang yang paling menguasai dan mengetahui Sunah Nabi secara keseluruhan dan mengakar erat di batin mereka baik secara tersirat maupun tersurat. Dan kebanyakan umat ternyata enggan mengikuti mereka padahal Nabi sudah menyatakan untuk mengikuti ke 12 imam tersebut (lihat shahih bukhari), mereka tetap bersikukuh untuk mengikuti ke 3 khalifah sebelum imam 'Ali.

Imam 'Ali berkata : "lawanlah penguasa yang zalim, maka engkau telah menyelamatkan orang yang di zolimi".

Kembali kepada pembahasan awal….

Satu riwayat yang memiliki tambahan kalimat (bahwa nama ayahandanya sama dengan nama ayahanda Nabi Muhammad) mungkin telah diciptakan oleh Abdullah bin Hasan (mutsanna-kedua) Ibnu (Imam) Hasan as. Abdullah (145/762) mempunyai seorang putra bernoma Muhammad yang memanggilnya Nafs az-Zakiyyah dan Mahdi. Abdullah sering menggunakan kekuasaan dan kekayaannya untuk mendukung revolusi putranya. Abdullah sering menyembunyikan putranya selama periode Umayah ketika tidak ada bahaya baginya. ketika ia bertanya mengapa ia melakukan hal ini, ia berkata “ Ini sebuah gagasan, waktu mereka belum tiba”. Pada surat pertama yang Muhammad kirim kepada khalifah Abbasiah, Manshur, ia menuliskan, “Dari Muhammad bin Abdillah, Mahdi,... “

Muhammad bin Abdillah memulai tuntutannya pada akhir pemerintahan khalifah Umayah. Muhammad menjadi kuat dan berusaha mendapatkan dukungan khalifah Umayah terakhir, Marwan bin Muhammad (132/750), tetapi khalifah tidak mengindahkannya. Abu Abbas Falasti berkata kepada Marwan, “Muhammad bin Abdillah berusaha mendapatkan kekuasaan karena ia menyatakan dirinya sebagai Mahdi.” Marwan membalas, “Apa yang akan ia lakukan? (Mahdi) bukanlah dirinya, atau ayah dari nenek moyangnya. la adalah putra dari seorang budak wanita.”

Ketika Marwan berkata bahwa Mahdi bukanlah ayah keturunannya, maksudnya keturunan Imam Hasan as, karena Mahdi as adalah keturunan Imam Husain as dan putra dari seorang hamba sahaya wanita. Bahkan Marwan mengetahui hadis-hadis ini karena itu ia tidak mengindahkan Muhammad bin Abdillah. Hal ini menunjukkan bahwa versi hadis yang benar dari Nabi Muhammad beredar luas pada saat itu.

Ada juga kemungkinan bahwa kalimat-kalimat palsu dilakukan oleh khalifah Abbasiah, Abdullah Manshur, yang memanggil putranya Mahdi. Muslim bin Qutaibah berkata, “Mansyur memanggilku dan berkata, ‘ Muhammad bin Abdillah memberontak dan ia menyebut dirinya Mahdi. Demi Allah, ia bukanlah Mahdi. Aku akan mengatakan sesuatu yang lain yang tidak pemah aku katakan kepada siapa pun sebelumnya, dan setelah kalian. Demi Allah, putraku bukanlah Mahdi juga, ... tetapi akan memanggilnya demikian agar ia memperoleh masa depan yang baik.”

Selain itu, khalifah Manshur menciptakan ‘hadis’ berikut. Diriwayatkan oleh Hakim bahwa Ibnu Abbas berkata, “ Empat orang ini berasal dari kami, Ahlulbait, Saffah, Mundzir, Manshur, Manshur dan Mahdi”.

Jelaslah bahwa dengan menciptakan riwayat di atas, Manshur memutuskan rangkaian khalifah Abbasiah dan memasukkan namanya sendiri dan nama putranya, Mahdi, di antara Ahlulbait. Ibnu Abbas tidak pemah mengucapkan kalimat seperti itu dan ia sendiri tidak termasuk ke dalam Ahlulbait, apalagi penguasa-penguasa Abbasiah.

Dari semua penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa kepalsuan riwayat yang memberi kalimat tambahan, berasal dari Muhammad bin Abdillah dan/atau khalifah Abbasiah, Mahdi. Di sini bukan tempat kita memeriksa hadis secara kritis tetapi hanya menunjukkan latar belakang sejarah mengenai hal itu.

Sebagaimana yang telah disebutkan, ulama Sunni menolak riwayat yang satu itu.

Berikut ini nama-nama ulama Sunni yang menulis bahwa Imam Mahdi telah lahir, dan merupakan satu-satunya putra Imam Hasan Askari as. la masih hidup dan saat ini gaib dan akan muncul kembali untuk menegakkan pemerintahan yang adil. Mereka sepakat dalam hal ini dengan kaum Syi’ah.

1. Kamaluddin bin Thalhah, dalam bukunya Matalib as-Su’aal Fi Manaqib Aal ar-Rasul;

2. Sulaiman bin Ibrahim Qunduzi Hanafi (dikenal sebagai Khawajah Kalan), dalam bukunya Yanabi ‘ al-Mawaddah yang juga membenarkan dari sumber-sumber hadis Sunni bahwa mencintai Ahlulbait adalah satu¬satunya jalan yang benar dan aturan Islam;

3. Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf Ganji, Syafi’ i (658), penulis buku al-Bayan fi Akhbar Shahib az-Zaman dan Kifayah at-Talib;

4. Syekh Nuruddin Ali bin Muhammad bin Sabbagh, Maliki, dari Mekkah, dalam bukunya, al-Fush al-Muhimmah, hal. 310-319.

5. Ahmad bin Ibrahim bin Hasyim Baladzuri adalah salah satu ulama besar dan ahli hadis yang juga membenarkan Imamah dan kegaiban Imam keduabelas dalam bukunya yang berjudul al-Hadits al-Mutassalsil;

6. Ibnu Arabi (Muhyiddin Muhammad bin Ali bin Muhammad Arabi), Hanbali, dalam bukunya al-Futuhat al-Makkiyyah (bab 366) membahas secara rinci tentang kelahiran tentang kulahiran Mahdi, putra Askari, dan kedatangannnya kembali sebelum Hari Kiamat.

7. lbnu Khashab (Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin nhnwd bin Khashab), membahas secara rinci tentang Imam keduabelas dalam buku biografi berjudul Tawarikh Mawalid al-A’immah wa Wafiyatihim;

Syekh Abdullah Sya’rani (905), Sufi terkenal, dalam karyanya Yaqaqit, bab 66, membahas kelahiran dan kegaiban Imam keduabelas. la juga membahas secara lengkap tentang Imam Mahdi as dalam bukunya yang lain berjudul Aqa’id al-Akabir;

8. Syekh Hasan Iraqi yang menerima Imam kedua belas, memuji Sya’rani sebagai seorang sufi yang saleh dan terpelajar, dan meriwayatkan kisah pertemuan Sya’rani dengan Imam keduabelas;

9. Sayid Ali, dikenal sebagai Khawas, guru Sya’rani, juga meyakini Imam keduabelas. la membenarkan apa yang dinyatakan Syekh Hasan mengenai pertemuan Sya’rani dengan Imam ke dua belas;

10. Nuruddin Abdurrahman bin Ahmad, dikenal sebagai Mullah Jami, dalam bukunya, Syawahid an-Nubuwah (bukti kenabian Nabi Muhammad) membahas kelahiran Imam keduabelas dan pernyataannya sangat sepakat dengan riwayat Syi’ah;

11. Muhammadbin Mahmud Bukhari, Hanafi, dikenal sebagai Khawajah Farsa dalam bukunya Fasl al-Khitab memberi penjelasan tentang kelahiran, kegaiban, dan kemunculan kembali Imam kedua belas;

12. Syekh Abdul Haq Dehlawi, dalam bukunya Jazb e Qulub, meriwayatkan pernyataan Hakima, putri Imam kesembilan yang diminta Imam keduabelas, Imam Askari, untuk menemani Narjis, ibunda Imam terakhir di malam terakhir ketika ia melahirkan putranya;

Imam Mahdi bag 10

11. Sayid Jamaluddin Husaini Muhaddits, penulis buku terkenal Rawdhat al-ahbab, Menurut Dayar Bakri, Mulla Ali Qari, Abdul Haqq Dchlawi, buku itu merupakan salah satu sumber yang dapat dipercaya. Penulis menyebutkan Imam kedua belas dalam istilah yang sangat referensial. Ia menyatakan, Kelahiran rahaya yang dijanjikan dan penunjuk jalan terjadi pada tanggal 15 Sya’ban pada tahun 225 H di Samarra.” la menggambarkan Imam dengan kalimat sebagai berikut, “Mahdi Muntazhar (Mahdi yng dinantikan), Khalaf Shalih (penerus yang saleh), Shahibuzzaman (pemilik zaman);

12. Arif Abdurrahman Sufi, dalam karyanya Mir’at al-Asar (Cermin Misteri) membahas secara rinci kelahiran, dan kegaiban Imam kedua belas;

Ali Akbar bin Asad Allah Maududi, dalam bukunya, Mukasyafah (Penyingkapan), yang merupakan tafsiran Nafahat al-Uns karya Abdur¬rahman Jami, membenarkan keberadaan Imam Mahdi sebagai titik pusat petunjuk setelah ayahnya, Imam Hasan Askari yang juga merupakan pusat petunjuk Imamah;

13. Malik Ulama Dulatabadi yang merupakan seorang ulama terkenal, dalam bukunya Hidayah as-Sa’dah membenarkan kepernimpinan dan kegaiban Imam Mahdi;

14. Nasr bin Ali Jahzami Nasri, salah satu perawi hadis yang paling dipercaya yang telah dipuji Khatib al-Baghda dalam buku sejarahnya, dan Yusuf GanjiSyafi’i, dalam bukunya Manaqib, telahmengenalkan Nasr sebagai salah satu guru dari al-Bukhari dan Muslim. Nasr menegaskan keberadaan Qa’im aali Muhammad (‘penopang’ di antara keluarga Muhammad), salah satu di antara para Imam dari keluarga Nabi Muhammad SAW yang tugasnya menegakkan Islam di seluruh muka bumi ini;

15. Mulla Ali Qari, salah satu ahli hadis terkemuka, dalam buku terkenalnya, Mirqat, membahas Imam Mahdi setelah ia Benyebutkan pernyataan terkenal Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa sepe¬ninggalnya akan datang dua belas penerus (khalifah). Mulla Ali menyatakan tentang kekuasaan mereka dan tidak adanya perbedaan di antara mereka karena mereka adalah pemimpin-pemimpin yang benar;

16. Kazi Jawad Sibti adalah orang Nasrani tetapi kemudian ia masuk Islam. la menulis buku berjudul Barahin Sibtiyyah (Bukti-bukti yang dikemukakan Sibti), yang merupakan penyangkalan penulis-penulis Nasrani. la meriwayatkan kenabian dari Nabi Ashaya mengenai kedatangan seorang lelaki dari keturunan terpilih dari garis keturunan Nabi Adam yang terpilih yang akan menjadi singgasana, dengan kata lain, ia akan mengisi ruh kebijaksanaan, simpati, keadilan, ilino pengetahuan, dan menjadi orang yang sangatbertakwa kepada Allah SWT Allah menganugeralrinya akal yang tinggi dan agung dan menjadikannya kuat. Keputusannya diambil berdasarkan berita yang ia dengar dari dunia luar, tetapi ia memiliki pandangan yang diberi petunjuk tentang segala sesuatu dan menilai umat berdasarkan apa yang benar-benar ada di hati-hati mereka. la lebih jauh menyatakan bahwa caranya menilai sangat berbeda dan tidak sama dengan rasul atau wali Allah manapun. Umat Islam sepakat bahwa gambaran Mahdi seperti ini merupakan keturunan Fathimah binti Muhammad SAW. Nampaknya pandangan Syi’ah merupakan tafsiran kenabian sesungguhnya yang benar.

17. Sibt bin jauji, Hanafi, (Syamsuddin Abul Muzhaffar Yusuf), penulis buku Tathkirat al-Khawas, hal. 325-328, menyebutkan dua puluh dua nama orang yang diyakini kaum Muslimin hidup hingga 300-3000 tahun! la juga menulis tentang Imam keduabelas sebagai berikut, “la (Mahdi) adalah Muhammad bin Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa Ridha. Namanya adalah Abu Abdillah dan Abu Qasim as. la adalah penerus terakhir Nabi Muhammad SAW. la adalah Imam terakhir dari keluarga Nabi Muhammad SAW. la adalah bukti Allah yang kuat (al-Hujjah). la adalah Pemilik Zaman (Shahib az-Zaman). la adalah orang yang dinantikan (al-Muntazhar).”

18. Abu Bakar Ahmad bin Hasan Baihaqi, ahli fiqih Syafi terkemuka, membenarkan kelahiran putra Imam Askari dan menyatakan bahwa ia adalah Imam Mahdi yang dinantikan itu;
2010-07-19 18:44 Читать похожую статью
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • Контрольная работа
  • © Помощь студентам
    Образовательные документы для студентов.